Dicky Andrey CP_UMSIDA

 


Saat ini penggunaan internet sudah mencakup hampir seluruh penjuru dunia. Bahkan, di Indonesia sendiri, pengguna aktif internet juga mengalami peningkatan yang signifikan salah satu fungsi dari internet sendiri adalah untuk mrnghubungkan antara satu jaringan komputer dengan jaringan yang lain.

Jaringan komputer adalah dua atau lebih perangkat komputer yang saling terhubung atau terkoneksi antara satu dengan yag lain dan digunakan untuk berbagi sumber data. Setiap titik akhir dalam suatu jaringan memiliki tanda pengenal, yang biasa dissebut dengan alamat IP atau alamat media access control. Jaringan dapat bersifat private maupun publik.

Berikut rangkuman bab 1-6 mata kuliah Jaringan Komputer yang telah saya rangkum setelah mengikuti kegiatan praktikum semester 4 di Universitas Muhammadiyah Sidoarjo.


BAB 1

Di dalam bab 1 ini, berisi mengenai konsep dasar Firewall berupa Filter, NAT, dan Mangle. Firewall adalah suatu sistem perangkat lunak yang mengizinkan lalu lintas jaringan yang dianggap aman untuk bisa melaluinya dan mencegah lalu lintas jaringan yang dianggap tidak aman. Lalu, firewall mengimplementasikan packet filtering dengan demikian menyediakan fungsi keamanan yang digunakan untuk mengatur arus data, dari dan melalui router.

Network Address Translation adalah standar internet yang memungkinkan host pada jaringan area lokal untuk menggunakan satu set alamat IP untuk komunikasi internal dan satu set alamt IP untuk komunikasi eksternal. Selanjutnya Mangle adalah paket proses yang menandai menggunakan paket khusus yang hanya terjadi dalam router dan tidak ditransmisikan melalui jaringan. Selain itu, digunakan juga untuk memodifikasi beberapa bidang dalam header IP, seperti TOS (DSCP) dan bidang TTL.

BAB 2

bab 2 ini berisi mengenai Bridge dan Routing. Fitur jembatan (bridge) memungkinkan interkoneksi host terhubung untuk memisahkan LAN seolah-olah mereka melekat pada satu LAN. Jaringan loop mungkin muncul dalam topologi kompleks digunakan untuk mencegah jaringan dari berfungsi normal. RIB (Routing Information Base) berisi informasi routing yang lengkap, termasuk rute statis dan kebijakan aturan routing dikonfigurasikan oleh pengguna, informasi tentang jaringan yang terhubung digunakan untuk menyaring informasi routing, menghitung rute terbaik untuk setiap awalan tujuan, membangun dan memperbarui forwarding information base untuk mendistribusikan rute antara protokol routing yang berbeda.

Semua rute secara default disimpan dalam tabel routing utama. Rute dapat diberikan ke tabel routing tertentu dengan menetapkan properti routing tanda mereka dengan nama tabel routing lain. Setiap tabel routing hanya dapat memliki satu rute aktif untuk setiap nilai dst – alamat IP prefix : Route dengan dst -address 0.0.0.0 / 0 berlaku untuk setiap alamat tujuan. Rute tersebut disebut rute default.

BAB 3

bab 3 ini berisi mengenai Tunnel, VPN, dan Proxy. Tunnel PPTP yang aman untuk mengangkut lalu lintas IP menggunakan PPP. PPTP menggabungkan PPP dan MPPE untuk membuat link terenkripsi dengan tujuan untuk membuat koneksi yang aman dikelola denga baik antara router serta antara router dan klien PPTP. Lalu lintas PPTP menggunakan port TCP 1723 dan IP protokkol GRE sehingga dapat menggunakan firewall. L2TP adalah protokol tunnel yang aman untuk mengangkut lalu lintas IP menggunakan IP dengan tujuan untuk memungkinkan Layer 2 dan PPP endpoint untuk berada di perangkat yang berbeda dihubungkan oleh jaringan packet-switched. L2TP menggunakan lalu lintas protokol UDP untuk kedua kontrol dan data paket berupa UDP port 1701, sehingga dapat digunakan dengan firewall dan router yang akan disalurkan melalui firewall atau router


BAB 4

bab 4 ini berisi mengenai HotSpot, DHCP, dan Queue. Hotspot adalah cara untuk mengotorisasi pengguna untuk mengakses beberapa sumber jaringan, tetapi tidak menyediakan enkripsi lalu lintas. Sistem HotSpot mungkin membatasi bitrate setiap pengguna tertentu, jumlah lalu lintas, uptime. Lalu, DHCP (Dynamic Host Configuration Protocol) diperlukan untuk distribusi alamat IP dalam jaringan

Queue digunakan untuk membatasi dan memprioritaskan lalu lintas : 

a. Data Rate limit untuk alamat IP tertentu, subnet, protokol, port, dan parameter lainnya

b. Membatasi lalu lintas peer-to-peer

c. Memprioritaskan beberapa paket aliran atas orang lain

d. Mengkonfigurasikan semburan lalu lintas untuk browsing web lebih cepat

e. Menerapkan batasan yang berbeda berdasarkan waktu

f. Saham yang tersedia lalu lintas antara pengguna yang sama, atau tergantung pada 

beban saluran


BAB 5

bab 5 ini berisi mengenai Komunikasi Antar Router dan Koneksi ISP. Disini dilakukan praktek penerapan membuat sebuah jaringan menggunakan media software Cisco Packet Tracer. Diberikan contoh sebuah topologi jaringan yang terdiri atas 2 Router Board, beberapa PC client, dan cloud sebagai representasi ISP dan terakhir dilakukan uji koneksi PING dan Tracert untuk semua client guna memastikan PC client saling terhubung satu sama lain.


BAB 6

bab 6 ini berisi mengenai penyusunan topologi jaringan namun ditambah dengan Radio dan Hub untuk menghubungkan antar router. Lalu dilanjut dengan setting IP dan DNS untuk masing-masing hardware dan terakhir dilakukan ping 8.8.8.8 untuk cek untuk memastikan Router Board agar saling terhubung.


fst.umsida.ac.id

Umsida.ac.id

Komentar

Postingan Populer